METAMORFOSA
February 19, 2007
Tujuh gadis polos terpisah ruang dan waktu. Tiga setengah tahun lalu, mereka disebut TSS. The Seven Stars. Yang cantik, yang pinter, yang diincer. Dulu.
Wanita bermata sipit, dulu anti pria. Sekarang menikah muda. ”Jangan salahkan vagina”, katanya.
Yang berhati lembut, masih setia jadi anak pendeta. Yang anak dokter, sibuk cari kerja.
Bunga kelas dulu, masih memilah-milah pria. Mottonya,”Gw ngga mau dapet cowo tai babi”.
Tiga jiwa tersisa.
Satu diantara kami masih belum mengerti dunia. Satu diantara kami, tidak punya keluarga yang bertanya kabar. Satu diantara kami anak Olimpiade Fisika, sekarang terancam DO, tertatih mencari biaya operasional hidup. Satu diantara kami dulu selalu tertawa. Semangat tak pernah padam seorang perawan. Darah yang dulu selalu berontak, sekarang berteman akrab dengan keputusasaan.
Dua diantara kami baru tau Jakarta. Baru merasakan kepekatannya dari dekat, dan turut meliuk mengental dalam derunya. "Jakarta emang freak, njing!", udah biasa ngomong begitu.
Satu yang paling muda menyimpan trauma… Katanya, ia sudah tidak punya airmata, kecuali jika ia menemukan seseorang yang bersedia menangis untuknya…
January 4th, 2008 at 11:24 pm
ini kisah nyata ya?
January 4th, 2008 at 11:52 pm
kisah nyata?