METAMORFOSA
February 19, 2007
Tujuh gadis polos terpisah ruang dan waktu. Tiga setengah tahun lalu, mereka disebut TSS. The Seven Stars. Yang cantik, yang pinter, yang diincer. Dulu.
Wanita bermata sipit, dulu anti pria. Sekarang menikah muda. ”Jangan salahkan vagina”, katanya.
Yang berhati lembut, masih setia jadi anak pendeta. Yang anak dokter, sibuk cari kerja.
Bunga kelas dulu, masih memilah-milah pria. Mottonya,”Gw ngga mau dapet cowo tai babi”.
Tiga jiwa tersisa.
Satu diantara kami masih belum mengerti dunia. Satu diantara kami, tidak punya keluarga yang bertanya kabar. Satu diantara kami anak Olimpiade Fisika, sekarang terancam DO, tertatih mencari biaya operasional hidup. Satu diantara kami dulu selalu tertawa. Semangat tak pernah padam seorang perawan. Darah yang dulu selalu berontak, sekarang berteman akrab dengan keputusasaan.
Dua diantara kami baru tau Jakarta. Baru merasakan kepekatannya dari dekat, dan turut meliuk mengental dalam derunya. "Jakarta emang freak, njing!", udah biasa ngomong begitu.
Satu yang paling muda menyimpan trauma… Katanya, ia sudah tidak punya airmata, kecuali jika ia menemukan seseorang yang bersedia menangis untuknya…
KULKER TI 2004
February 10, 2007
Tanggal 31 Januari-3 Februari kemarin, TI 2004 mengadakan Kuliah Kerja (Kulker) ke PT Coca Cola Bottling Indonesia, Astra Honda Motor (AHM), Bogasari, dan PT Krakatau Steel. Umumnya, kunjungan diawali dengan seminar terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan plantour (kunjungan pabrik).
Secara garis besar, kita mengupas profile perusahaan, flow proses produksi secara detail, deskripsi produk, trend pasar, supply chains management, demand, kompetitor, hingga konstrain pengambilan keputusan. Teori kuliah yang selama ini dipelajari ternyata semua ada prakteknya.
Sebenarnya, waktu seharian banyak terbuang dengan moving villa-perusahaan-tempat makan. Tapi kalau tidak demikian, nggak asik dong? Iya. Karena saat-saat paling menyenangkan adalah justru saat kita berada dalam bis yang sama, makan bareng, tertawa bareng, ngantuk bareng, lantas tidur bareng dan bangun bareng pula.
Ada dua orang teman yang jadi guide dadakan selama perjalanan. Tidak kehabisan ide, mereka berusaha membuat kita tertawa. Kadang apa yang diomongin crispy juga, lalu kita akan menghujat mereka bersama-sama. Banyak yang sibuk dengan tebak-tebakan sendiri. Ada yang sibuk mengambil foto, ada yang sibuk minta difoto, ada pula yang mencari-cari monito ( Monito = Apa? Hanya anak TI yang tau)
Hari terakhir, kita menginap di Hotel Bukit Biru di Pantai Carita, sekalian refresh. For our private note, saya sempat curi-curi pandang ke beberapa pria yang berenang disana. Hahaaa..ternyata si anu six packs. Cuci mata deh.. Kakakakk. Saya sendiri, bersama 4 orang rekan saya, malah asyik naik Banana Boat dan jatuh di tengah laut sampai batuk.
Buat yang penasaran jepretan kamera dokumentasi Kulker, lebih lengkapnya silahkan kunjungi http://groups.yahoo.com/group/13404/
NIKMATIN IDUP
February 10, 2007
Selasa kemarin, saya
bercakap-cakap dengan seorang teman. Entah kenapa, begitu melihat tampangnya,
lantas saya menganggap dia adalah Tri Bas. Konyolnya, selama percakapan, saya
memanggil dengan nama tersebut, dan dia sama sekali tidak komplain. Kita ketawa-ketawa
saja sampai akhirnya dia bilang,”Ci, kayaknya ada yang perlu diperbaiki deh..”
Tapi belum selesai dia bicara, malah dia bilang, ”Ngga jadi deh Ci..”. Terang
saya jadi penasaran. Banget.
Malamnya, dia SMS saya. ”Ci, ngga jadi deh, sori banget
yang tadi. Sigit.” Dasar saya sedang kelewat tulalit, belum sadar juga kalo
jelas-jelas dia bukan Tri Bas, tapi Sigit. Sekitar jam 11an, saya merenungi
kejadian-kejadian hari itu, bagian dari kerja otak saya sebelum tidur. Baru
kemudian saya sadar kebodohan saya dan langsung minta maaf. Padahal diteropong
dari angle manapun, mana ada irisan antara Sigit dan Tri Bas, selain mereka sama-sama
teman saya.
Tadinya
saya udah beresolusi, sifat pelupa dan blo’on will be so last year for me, hal
yang saya anggap sama terhadap celana palazzo. Ternyata
masiiiiiih aja. Mungkin kalo saya buat album Autobiography seperti Ashlee
Simpson, orang akan terpingkal-pingkal. Selain karena saya bukan selebritis
(ngapain buat album?), orang mungkin akan menertawakan bodohnya diri ini.
Namun
itulah saya. Dengan keadaan saya yang begini, orang-orang menerima
saya. Ikra udah tau, saya suka pura-pura pingsan biar diperhatikan. Siska nggak
keberatan saya gombalin sampai dikira pasangan lesbi sama orang-orang. DisneylandKata Rida, saya membuatnya
lebih bisa bersyukur pada Tuhan. Kata Ridwan, kadang saya membawa miracle buat
dia. Kata Harry, saya seperti anak kecil yang baru masuk Disneyland.
Sawung bilang, saya suka ngelawan dosen. Terserah mereka mau bilang apa. The
most important thing is, we know our self better everyday. Improve diri, dan
senang menjadi diri kita apa adanya.
I
wish everybody love their self, and hopefully people would notice that, sehingga
dengan menghargai diri sendiri, orang lain akan menghargai kita. Dengan begitu, kita nikmatin idup.