HIDUP HIDUP!!

January 19, 2007

Bagaimana bisa saya mencak-mencak dengan keadaan sekarang. Tadi saya habis becermin. Rahang saya mulai terlihat, kerutan garis mata mulai tampak. Umur sudah kepala dua, namun masih kurang pintar bersyukur.

Bukannya sedang diterpa ’A Premature Quarter Life Crisis’, saya hanya ingin lebih merasakan perbedaan itu, dan fisik adalah indikasi termudah mengetahuinya. Rasanya, baru kemarin saya daftar ulang masuk ITB. Baru kemarin Tahun Baru, sekarang sudah tanggal 14. Baru kemarin saya mengenal cinta yang membuat saya merasa cantik apa adanya, baru kemarin saya diteror orang gila, baru kemarin saya tertawa, sekarang bisa menangis lagi.

Jadi merenung sendiri, hidup kita memang ada fasenya. Kadang, tidak usah dipaksa harus begini begitu, it will come to what it should be. Dahulu, saya termasuk orang yang going where the wind blows, walau kadang agak skeptis terhadap beberapa hal. Sudah ada Yang Ngatur. Ada rute yang memang harus kita tempuh. Sekarang harus ketemu siapa, dengan dia akan mengalami apa, lalu akan digantikan oleh siapa, arahnya kemana. ”Ada yang datang dan pergi”, kata Sawung.

Ah, bagaimanapun rute hidup kita berbeda, toh cara kita memandang hidup juga yang membuat kita bisa menerima kenyataan, memilih apa yang patut diyakini, tidak memaksa harus ngoyo ingin belok kesana kesini. Belajar ’nrimo’. Masalah membuat kita kuat. Sendiri membuat tegar. Dan beruntung sekali, Desember kemarin saya baru menyadari, Tuhan menghadirkan orang-orang yang tepat untuk menyadarkan saya bahwa saya tidak sendiri. Dan semua ini ada arahnya.