RESOLUSI DI PENGHUJUNG 2006

December 5, 2006

Bolos kuliah jam 7 pagi, saya malah ongkang-ongkang dikos. Semangat saya sepertinya sedang mereduksi. Di depan komputer, saya idle entah berapa lama. Kutak-katik folder. Ganti desktop background. Scanning gambar nggak penting.

Pandangan saya keluar jendela. Beberapa hari terakhir saya ketinggalan pemandangan matahari terbit yang saya saksikan lewat jendela ini setiap pagi. Kalau berkabut, biasanya lampu-lampu kota Bandung agak redup dan gunung yang ada di ufuk sana tak terlihat batasnya.

Memandangnya, saya teringat diri saya. Batas yang tidak jelas. Bahagiakah saya di tahun 2006 ini? Kalau ada pria yang mengungkapkan cinta ke Anda, lantas Anda bahagia, bukan bahagia yang seperti itu yang saya maksud. Hidup seperti sudah jadi kebiasaan. Bangun, kuliah, capek, kalau kecapean jadi sakit, sakit berobat, berobat pake duit, mau duit harus kerja, dsb dsb. Pattern yang itu-itu saja.

Padahal saya ingin banyak hal. Ingin meninggalkan kebiasaan SKS. Ingin pulang ke Sumatra. Ingin giat bekerja. Ingin menabung dan bawa oleh-oleh buat keluarga. Ingin jadi diri yang sederhana. Ingin ikut kelas balet. Ingin ke laut/danau. Ingin menjadi wanita lembut. Ingin ‘menyayangi’ satu orang saja. Ingin membuka usaha. Ingin menjadi manusia yang baik. Ingin dekat dengan Tuhan. Ingin menikah karena desperate. Ingin tidak punya airmata. Ingin… Ah, banyaknya.

Tidak ingin sakit-sakitan lagi. Tidak ingin ngoyo. Tidak ingin memasang target yang tidak feasible. Tidak ingin melukai. Tidak ingin berbicara tanpa pikir panjang. Tidak ingin menegur adik saya dengan cara yang salah. Tidak ingin membebani terlalu banyak orang. Tidak ingin kecanduan sifat pelupa lagi [lupa bawa HP & dompet, lupa rumus contekan ujian, lupa tanggal, lupa makan sayur, lupa bayar hutang dimana-mana.. hehehe ]

Nah! Makanya saya planning resolusi. Judulnya: 2007. Contentnya: semua hal yang saya ingin/tidak inginkan. Subjeknya: saya, keluarga, mungkin Anda juga ada didalamnya. Bolehlah ge-er sedikit. Saya memang sedang memikirkan Anda untuk beresolusi dengan saya. Hahaha..

(Idle di depan komputer ternyata punya usage juga. Pencerahan. Buktinya, saya bisa buat template seperti ini. Semoga bukan hanya template B-)

ADAM-ku

December 2, 2006

Sayang, taukah kamu.. Hari ini aku capek sekali. Membantu sebuah acara, menyumbang tenaga untuk menebus sesuatu yang telah lama kujanjikan pada seseorang. Senin aku ada ujian, besok masih harus kerja lagi, tapi entah kenapa aku begitu semangat menjalani. Aku tau masih ada kehangatan buatku nanti. Yang walau jika sekejap saja kuhabiskan denganmu, kan hilang semua lelah dan gundah.

Misty_1

10 DAYS, THANKS TO YOU…

December 1, 2006

Sakit
kemarin, memaksa saya cuma bisa berbaring dan menatap langit-langit kamar.
Agenda harian hanya makan, minum jus, minum obat, menerima SMS “cepet sembuh
ya”, dan menonton TV dengan posisi tidak sempurna. Sakit! Iya, sakit! Banyak
yang terlewatkan. Kuliah, Praktikum PTI, Praktikum BasDat, Kuis OR, tugas-tugas
dsb. Sepuluh hari penuh penantian.
 

Karena
sudah terlalu sering mimpi sembuh dari sakit dan kecewa di pagi hari karena
terbangun masih sakit, saya paksakan diri joging dalam kamar. Lompat-lompat
sambil ngakak didepan cermin, teriak “aku harus sembuh”. Yang ada, malah
denyut-denyut sakit itu semakin terasa, kepala berputar-putar hingga terbaring
lagi tak berdaya.

Tapi,
sungguh terimakasih untuk ‘engkau-engkau’ yang ada disana. [Tidak mau
menyebutnya ‘kamu-kamu’ atau ‘elu-elu’, karena kata-kata itu tidak
representatif menunjukkan berharganya kalian buatku]. Yang setia menjaga dan
menemani, yang membelikan obat sambil nginstalin Update-an McAfee, yang
membawakan sarapan sambil numpang mandi, yang mau buang banyak pulsa untuk tau
keadaan saya, yang ngeledekin saya sudah jadi gendut karena makan dan berbaring
terus.

 

Hm..
kalau sudah begini, baru terasa nikmatnya sehat. Sungguh saya jadi dungu dengan
pertanyaan kepada diri sendiri, “Selama
ini sehat dipakai buat apa
?”