BASUH LUKA ITU…
October 23, 2006
Jika untuk yang kesekian kali Lebaran masih mengunjungi kita, demikian juga kata ‘maaf’ akan selalu jadi bagian yang warnai kala itu. Untuk sebuah kenangan, banyak cerita, yang mungkin masih menyesakkan dada Anda—orang-orang yang saya cintai—maafkanlah diri ini. 
……Mengukir kisah denganmu, sungguh satu keindahan. Kita pernah sangat menikmati, tertawa, berjalan beriringan dan berpegangan tangan didalamnya. Jika kemudian ada warna lain yang tidak kita inginkan hadir, biarlah demikian adanya untuk kita bingkai bersama. Sekarang, aku basuh luka hati itu. Mungkin masih perih, namun tiada cara selain membuatnya suci dan membukanya kembali. Susah, senang, tawa, bahagia, tangis, hal kecil (mungkin) yang mewarnai ruang-ruang usia. SEMUA, kan jadi kenangan yang tak akan terulang, hanya bersamamu, bersama kalian…
AKAN BERAKHIR
October 19, 2006
Serasa telah tiba di penghujung, walau belum adanya.
Masih mencari, menunggu pagi,
Lagi…
(Ramadhan kan segera berakhir.
Pertanyaannya: “sudah cukup bekalkah kita untuk melepasnya pergi dan biarkannya
berakhir?”)
GELAP
October 19, 2006
Rabu, 18 Oktober 2006, pukul 3:00 dinihari
Berteman peletak-pelatuk adik saya yang lagi bersantap sahur. Dengan sempurna gigi-gigi kecilnya membabat habis tulang ayam goreng crispy yang dibeli seharga 2000-an. Saya masih menggeluti soal-soal Operation Research (OR) buat UTS siangnya.
“Kamu nggak saur ci?”, tanyanya.
Masih dengan irama mengunyah yang mirip Lagu ‘Saur Dong Saur’ keliling yang membangunkan saya setiap sahur. Halah, halah, gimana ceritanya? Buat orang-orang yang tinggal di lingkungan sekitar kos saya, mungkin sudah pada hafal liriknya. Orang-orang yang mungkin-sangat-pantas- menjadi finalis audisi paduan suara (hayo, stasiun TV mana yang terinspirasi? :O)
Ibu RW, Bapak RW, sahur.. (saur dong sauuuurrrrr)
Ibu Bapak, dan ABG, sahur.. (saur dong sauurrrrr)
Kalau enggak saur.. Bisa keburu imsak..
(saur dong sauuuurrrr)
(Coba kalau OR disajikan seperti ini. Rumus sampe yang sekutil mukmin pun saya pasti inget ;D)
Rabu, 18 Oktober 2006 pukul 6:00
Dengan terburu-buru saya menuju kamar mandi. Masih tidak percaya, “ini teh beneran udah jam 6?” Jam 7.30 ada responsi+tes awal praktikum PTI. Telat = pengurangan nilai. Buru-buru mandi. Jebur-jebur jemuuuurrrrr…!!!! Hyah, segarnya. Kayak udah nggak mandi 5 bulan saja!
Rabu, 18 Oktober 2006 pukul 7:05
Selesai ngutak-atik lemari dan dapat satu kemeja warna biru abu-abu. Yuph! It’s ‘ngampus’ time! But first of all, ngangkot duuulu ni sodara-sodara.. Baca modul di angkot sampai pusing sing!
Rabu, 18 Oktober 2006 pukul 8:54
Habis responsi. Tes awal lumayan sukses. Semoga ntar siang UTS OR juga. Na…na..naaaaaa…. Menuju kos buat review bahan sebentar.
Rabu, 18 Oktober 2006 pukul 11:35
Masih bingung memandangi satu Bab ‘MARKOV CHAIN’. Mata sampe berair melototin soal satu nggak beres-beres. Mungkin harusnya saya complain ke Pak Markov, ngapain sih iseng masukin teorinya ke kurikulum TI?
(No hard feeling Pak Markov! Percayalah, saya salah seorang pengagum teori Anda yang hingga-mencapai-usia-setua-ini-belum-bisa-juga-mengerti-teori-Anda itu. Entahlah, mungkin elemen teori dan simbol-simbol yang Anda gunakan saat menyusun teori ini demikian peliknya bagi orang ber ’IQ jongkok’ seperti saya. Ngomong-ngomong Pak Markov ini orang mana toh? Orang Sunda? Kalo saya bilang “susah pisan euy!” berarti ngerti dong? Ato wong Jowo?)
Weleh, pikiran udah ngalor ngidul entah kemana. "Apaan sih ci? Lu tu ye! Dasar orang ngga punya sense of knowledge!" My heart said so. Mengapa saya selalu meng-kambinghitam-kan materi ujian? Saya salah, nggak banyak latihan soal. Selama ini cuma melototin slide dan kumis pak dosen OR lucu yang suka ngambil contoh: “manusia-lahir-remaja-kawin-cerai-duda-tua-kawin lagi-tua-mati” itu sebagai contoh persoalan pas ngajar. Ditambah lagi modal saya cuma hand-out fotokopian burem, hurufnya banyak yang hilang.
Rabu, 18 Oktober 2006 pukul 12:45
Soal dibagikan. Pandangan dari atas ke bawah:
1. Nilai 30 % (yah, kayanya yang ini bisa.. aman..)
2. Nilai 30 % (yang ini kayanya pernah dibahas.. udah ada contohnya, cuma ganti logika)
3. Nilai 40 % (MARKOV CHAIN : hah, keluar juga ni soal? Pake soal a) b) c) d) e) lagi?) Damn! I’ll kick u then, Pak Markov, I swear!
Rabu, 18 Oktober 2006 pukul 13:45
No 1 sudah selesai. No 2, hmm.. gimana caranya ini? Perasaan yang kemaren dibeginiin udah kelar, koq nggak bisa juga? Soal No 3? Arrrrgggghhhh…
Rabu, 18 Oktober 2006 pukul 14:45
Ujian berakhir. Menuju kos. GELAPNYA DUNIA…
Lagi dalam angkot, tiba-tiba..
SMS received:
Tadi gimana? Bisa? Gw ngga bisa beneran. Gw positip ngulang taun depan…
+828562005***
(dunia terang kembali.. saya punya teman untuk membabat Pak Markov pada episode ujian selanjutnya..)
For your note: cerita ini diceritakan dengan bahasa yang sebenar-benarnya, tanpa intimidasi, ancaman, dan paksaan dari pihak manapun. Kesamaan dan kemiripan nama, lokasi, merupakan benar adanya dan bukan suatu fiktif belaka, namun disarankan untuk tidak meniru atau menyontek cerita saya ini, Hohoho…
Selamat menikmati dan menjalankan ibadah puasa-yang-tinggal-beberapa-hari ini… :-))))