AKU MERINDUKAN MEREKA…
September 4, 2006
“Mau beli apa nak?”, tanya Papa.
“Chi mau maltabak Pap..”
“Yang telor apa yang manis…”
“Yang telol ajah… Chi nggak suka yang manis-manis..”
…Echi kecil duduk di boncengan Papa, dengan erat memeluk pinggangnya. Dibawa jalan keliling rumah tetangga naik GL Pro, sore-sore habis mandi…
Tiba-tiba saya teringat semua, kemarin pas naik angkot menuju kos. Seorang anak kecil mungil duduk di boncengan motor papanya. Yang dengan polos memeluk erat tubuh itu karena hanya ada dua pilihan : peluk Papa atau jatuh. Bukan karena ia tau, mengapa harus memeluk Papa?
[Papa, putrimu ini sudah banyak berubah. Sudah sering jatuh. Sudah belajar mencari sosok seperti dirimu, dan menjadikannya Papa bagi anakku kelak. Sudah mengenal dosa dan karmanya. Mengenal cinta dan sakitnya. Dan masih sering merasa sendiri saja saat merindukan orang-orang tercintanya…
Tapi aku tetap putrimu, yang masih rapuh dan sering menangis menghadapi dunia. Termasuk kini, saat aku merasa berjalan hanya sendiri dan hampir tersandung batu jalanan yang kadang membuat kulit telapak kakiku terbuka...]
September 4th, 2006 at 6:28 am
chi..
rindu akan kasih sayang orangtua mu…
mungkin itu juga yang dirasakan oleh mereka..
mereka.. dimanapun anaknya berada..
mereka.. sejauh apapun anaknya telah melangkah..
mereka.. sedalam apapun anaknya telah terjatuh di kelamnya dunia..
akan tetap menginginkan anaknya kembali di pelukan mereka…
so.. mungkin kamu bisa say “halo papa n mama.. gimana kabarnya..?” to your parents.. telpon aja n..
keluarin segala keluhan kamu ke mereka..
karena yang paling ngerti kamu ya… orangtuamu…
sorry kalo kepanjangan commentnya…
karena gw percaya kalo kamu ’still a good girl..’
hehe…
September 4th, 2006 at 7:16 pm
Wadouw, komennya berat bro! Udah say hello.. tetep aja masih kangen.
Pengen dibonceng lagi naek motor kayak anak kecil itu,,,
Hhhh… begini-begini saya bisa kangen mereka sampai nangis juga ternyata..
Cengeng yah? ;)Hiks..