BICARA IPK B-)

August 23, 2006

Ini hari ketiga kuliah di semester V. Tingkat III saya sekarang, banyak yang berubah.
Zamannya TPB, tahap paling bahagia. Praktikum cuma satu dua, usia belum kepala dua, tidur belum perlu sampai jam dua, IP belum terancam dua, pacar bisa lebih dari dua—saking lowongnya.
Sekarang? Satu mata kuliah bisa diambil lebih dari dua kali untuk pendalaman [baca: ngulang, hehehe]. Ada dua angkatan yang siap sentausa menggantikan saya di TI. Teman-teman di jurusan lantas dikelompokkan menjadi dua.

Mahasiswa bebas masalah. IPK diatas tiga, cinta bahagia [dengan asisten pula], masih tingkat III sudah mencekoki diri dengan mata kuliah tingkat IV [dikelasnya dipuja-puja], kemana-mana melangkah dengan jidat yang udah distempel “masa depan cerah”. Orang yang satu kelompok praktikum dengannya juga ketularan bahagia. Hahaha di segala suasana.

Mahasiswa tidak bebas masalah [Tapi saya nggak lantas menyebutnya mahasiswa bermasalah loh]. Lulus TPB setelah menginjak tingkat III, pacar mulai tidak setia [karena jadwal kuliah sudah mulai tidak sama. Si dia berjalan keatas, yang ini mengulang ke bawah ]. Sudah tingkat IV masih mengambil kuliah tingkat II dan menyandang status baru– veteran], terancam lulus dengan IPK maksimal dua, lantas orang yang kebagian kelompok dengannya tidak pernah lupa menambah kegundahan hati dengan senyuman terpaksa: “Waa.. gw sekelompok sama elu ya? [Oh, Tuhan. Mengapa saya sekelompok dengannya? Kiamatlah dunia.. Huaaaaa… ]”

Saya sendiri, sudah mulai bisa meng-capture sebuah view, akan seperti apa saya nanti. Ini begini, ini begitu. Mindset saya sebagai seorang TI mulai bicara. Saya ‘sedikit’ bisa mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan, walaupun masih harus mencuri-curi ilmu dosen saya sendiri pada pekerjaan yang saya geluti sekarang. Tapi IPK saya, belum berbicara. Toh, masih ada waktu 2 tahun sampai saya menjadi sarjana. “Nah, ini yang nggak bener. Dua tahun buat apa? Kejar dari sekarang!”, seorang dosen mengingatkan. 

Lantas, apakah muara semua ini hanya melulu bicara tentang IPK? Ah, saya lantas jadi malas menganggap IPK ini jadi sebuah masalah. Tidak ada yang perlu saya kejar. Buat stress saja. I don’t care. IPK kah Tuhan saya? Wes, maaf saja. Itu bukan yang utama.  Tapi kalo lulus dengan IPK idaman, boleh juga denk… B-)

HEART JUST KNOWS…

August 9, 2006

Foto_lagee_d2Nggak tau mau menulis apa. Ini, ya ini jadinya.
Dua minggu terakhir, banyak sekali cerita baru dalam hidup saya. Kehilangan teman, kembalinya kisah lama, kerja baru di Lembang, kenaikan berat badan, wisudaan, resep masakan baru, perwalian online, ketemu temen lama, pertengkaran, SMS-SMS misterius, hingga menghilangnya seseorang. Saya nggak mengerti,apakah dia sengaja menghilang atau bagaimana. Sepi saja.

Tapi terlepas dari semuanya.. Lagi dan lagi, terimakasih untuk setiap hati yang ikut mewarnai hidup saya. Keluarga di PSIK [Maaf sekarang saya jarang main], penggemar-penggemar [Cieilah, maksud saya orang yang saya utangin B-) ], semuanya yang jadi tokoh utama maupun figuran dalam kisah saya. Hatur Nuhun…

Sangat banyak yang ingin diungkapkan, tak satupun yang keluar. Hanya hati yang tau. Heart just knows..