Sudah menginjak liburan sekalipun, masih banyak saja masalah yang harus diselesaikan, yang menguras tenaga dan pikiran. Tetap saja harus ’stay’ di Bdg. Ini terutama menyerang mahasiswa ITB. How to deal with it?
1. Ada nilai T.
Anda harus menemui dosen yang bersangkutan. Mencari nomer HPnya, membuat janji, menunggu berjam-jam dikantornya sekalian menunggunya makan siang dan solat (pastinya Anda nggak ikutan makan). Lalu, setelah Anda menunggu lama, dengan entengnya beliau menyuruh Anda untuk datang lusa saja, atau tanggal sekian. Dengan pandangan dan sikap judgemental, dosen ini juga menetapkan batas perubahan nilai untuk nilai T. Bagus bukan? Padahal Anda mendapatkan nilai T karena berkas ujian/ makalah Anda hilang di tangannya (mungkin TU nya juga). Saya sudah mengalami ini. Dan endingnya, saya hanya bisa pasrah. Karena memang si dosen ini cuma bilang "Tunggu saja nilainya keluar". Ya sudahlah. Mungkin saya memang jodoh. Jodoh sama ketidakberuntungan. (Karena: nilai saya sudah dibatasi tidak mungkin A dan karena saya harus ketemu dia). Walau mungkin hasilnya jelek, saya cuma bisa membangun suasana hati. Ceria aja. Bakal lebih enak.

2. Nilai-nilai tidak sesuai harapan
Kalo yang ini sudah biasa sekali. Anda sudah membanting tulang 6 bulan (Hitungannya satu semester), mengerjakan TP praktikum dan tugas-tugas (walaupun 50 % dapet master, 30 % nyontek, dan 20 % usaha sendiri ), praktikum yang menyita waktu kencan Anda, lalu Anda dihargai hanya dengan nilai E. Tidak ada bedanya dengan orang yang tidak pernah ngumpulin tugas, nggak pernah ikut ujian, bahkan nggak pernah dateng sekalipun. It hurts. Much. Trus, gimana? Kalo itu saya, pikirin INI. INI="What’s Next?". Toh saya nggak harus berdiam duka. Mikir yang terbaik kedepan sama strategi jitu sekalian, biar nggak kejadian lagi. Itu sudah cukup.

3. Udah liburan, malah putus. Gimanapun ceritanya, (Anda meninggalkan pasangan atau pasangan meninggalkan Anda), namanya juga putus. Broken heart. Pastinya. Tapi saya yakin. Semua orang pasti punya "soundtrack of life" sendiri-sendiri. Kenapa nggak diputer aja? Saya juga punya. Lagu ‘I Believe I Can Fly’, ‘Maju Tak Gentar’ adalah lagu-lagu saya sejak zaman jahiliyah hingga perjuangan ‘45.It’s so me. Hehe..

Terakhir, saya ingin Anda membuka layar TV. Akan ada sangat banyak hal yang membuat Anda bersyukur hanya dengan masalah tadi. Foolish your self. Berfikirlah positif, walau itu membohongi diri Anda sendiri. Gimanapun chemistry Anda. Semua hal berawal dari pikiran.

Maaf kalau kata-kata saya banyak yang ngawur (banyak). Gimana dunk? Saya juga lagi stuck banget. Ntar lagi saya pulang ke Jakarta naek kreta, mudah-mudahan di sebelah saya seorang cowok cakep, muda, dan tidak ompong. Tentunya, saya tidak akan merencanakan untuk pura-pura tidur dan bersandar di dadanya. Hehehe..

Met liburan. (Jangan lupa senyum, smile is one of the most important do’s things everyday) ;D

4 Responses to “DON’T ANGRY BE HAPPY ;D”

  1.   l r s said:

    bagus juga poin ke 3~

    heeekh.

    have a pleasant holiday, then, darling..

    ^____________________^

  2.   AdiT said:

    Hmmm what a life…. Dosen emang sudah begitu sejak dia dilahirkan….
    keep ‘chia you’ gal!!!

  3.   Momo said:

    hwhahaha.. kasihan bgt kamu chi.. masih mending akuada kerjaan, ada race gokart hr minggu tgl 24 di Bdg, mau ikut???

  4.   iMaMuRa said:

    Echi..nice to read ur blog..full of inspiration..

Leave a Reply