DI STASIUN KERETA..

June 27, 2006

Kereta yang membawa saya  menuju Jakarta akan tiba di Gambir pada pukul 14.15. Saya sudah akan tiba dan menunggu jemputan.
Menapaki tangga turun stasiun, seorang pria berusia 30an tersenyum ke arah saya. Tubuhnya kurus, mata sipit, kulit putih. Selangkah, lima langkah, pria tadi masih tersenyum-senyum ke arah saya. Saya balas senyum. Nggak ada maksud.

Jemputan saya baru akan tiba pukul 15an, karena yang menjemput saya harus menunggu keluar kantor yang terletak di belakang Gambir. Saya mencari-cari tempat duduk yang nyaman. Tadinya berencana duduk di Dunkin Donuts, tapi urung. Saya lebih tertarik dengan wanita-wanita muda mengenakan rok mini yang sepertinya menyita perhatian kaum Adam disana, sambil sesekali saya melihat-lihat tulisan di board yang sepertinya berisi jadwal kereta. Nggak ada yang menarik.

Om-om yang tadi senyum-senyum ke saya masih bolak balik, melintas didepan saya lebih lama. Kali ini, pandangannya lebih lama. Menelanjangi saya dengan pandangannya dari ujung tumit kaki hingga ujung rambut. Uuhhh..

Seorang sekuriti mendekati saya.
"Mau kemana Mbak?"
"Saya mau ke Pasar Minggu.." [Saya merasa nyaman sedikit. berusaha senyum]
"Kalau Pasar Minggu kesana.." [Nunjukin satu arah]
"Oh,, nggak. Saya nungguin jemputan"
"Oooohh… Pacarnya yah?"
[Saya nggak jawab. Karena mata saya menangkap sosok seorang teman kuliah. What a surprise? Orang Bdg Ketemu di Jakarta, gitu Loh.. Saya bertukar cerita sedikit dengannya, lalu ia berlalu]
"Mbak masih sekolah? Kelas berapa??"
[Apa tampang saya semuda itu??]
"Oh, nggak. Saya udah kuliah.." [Om-om yang tadi senyum-senyum masih sibuk memperhatikan saya dan memandangi dari kejauhan. Gosh!! Freaky man..]
"Kuliah dimana?" [Saya menunjukkan map bertulis 'Seminar Financial Enginnering. Himpunan Mahasiswa Teknik Industri ITB'].
"ooooohh.." [Dia manggut-manggut..]
"Udah tingkat berapa?"
"Saya tingkat 3.."
"Sebentar lagi donk??"
"Eh, iya.. insya Allah.." [Saya menangkap bayangan Om-Om yang tadi lagi. Uh, what's on his mind? My 46 kilo's body?? ]
"Siap nikah nggak??" [Hah, what sort of question is that??]
"Saya sih siap-siap aja.. Tapi saya kan masih harus kerja dulu.."
"Loh, kerja belakangan aja. Itu tadi pacarnya?? " [Maksudnya temen saya yg tadi]
"Bukan"
"Kalau pacarnya bilang aja Mbak.." [agak maksa dan jealous]
"Kalau saya bilang nggak ya nggak"
"Duh.. Mbak koq manis banget.." [Pandangannya agak aneh, freaky!!]
[Om-om yang tadi masih lewat lewit, cengar cengir, nggak jelas. Mulai dengan tatapan genitnya, plus mulai menyentuh lehernya. Maksudnya apa dah??]
{Oooouww. Maannn!!! }

"BUNDA !!!” Yang saya nantikan akhirnya datang.
{It’s all over then.. Thank God}

5 Responses to “DI STASIUN KERETA..”

  1.   'sawung' said:

    di gampar ga pria itu chi sama bundamu?
    Bundamu kan kowad.

  2.   Momo said:

    hwahahaa.. keren kamu chi.. jadi idola om om… hehehee.. just kidding

  3.   Ical said:

    fiuhhh…gilu leh ci….kalo aku ada di situ mungkin dah terjadi sesuatu yang mengerikan…………………
    seperti saya salto sambil joged2 untuk mengalihkan perhatian bapak dan security itu..hehehehehe
    btw kamu pa kabar….?

  4.   Yessi Pratiwi said:

    Hei cal.. Saya baik2 saja.. apalagi kmu post a comment.. Saya jd tambah baik2.. hehe ng jelas.. Cal, salam y sama anak2 PSIK.. Bwt harry terutama, bilangin, yg semangat jalanin proposal Atjeh Humanitarian Act-nya. GANBATTE!! (^_^)

  5.   Oki said:

    Iya chi, suruh keluarin satu bataliyon kostrad buat hajar tuh om, tapi tanya dulu punya anak ce yg cakep ga hehehe

Leave a Reply