Stories Of The Year
December 25, 2007
Tu wa ga pat! Tahun 2007 akan berakhir
dalam hitungan hari. Hei, bagaimana tahun 2007 kalian? Buat saya, ini
tahun penuh dengan hal tak terduga. Tahun 2007.. its funny how time
goes by..
-
Saya resmi pacaran dengan
seseorang. Dimana setiap hela nafas adalah bahagia. Merasa telah
menemukan jawaban atas doa, walau kemudian harus berakhir dan..ah,
tak terungkapkan. Mungkin ini bagian yang akan selalu dibingkai rapi
di satu bagian hati. -
Kuliah Kerja TI ITB 2004. Bagian
yang ini mungkin dibingkai di bagian hati yang lain. Ada banyak
cerita disana. -
Resmi jadi penulis di Asia
Blogging Network. -
Akhirnya saya lulus kuliah Logika
Pemrograman! Ini hal besar! Tentu saja, pemrograman itu tidak
menyenangkan dan memutar-mutar otak saya sampai kusut. -
Kerja Praktek. Ini bagian yang
menyenangkan untuk diingat. Apalagi waktu lowong habis KP membuat
film-film yang sedang marak di bioskop hampir seluruhnya ditonton.
Braga City Walk selalu menanti. Hehehe. - Jadi konsultan satu semester untuk
perancangan lay out pabrik. Alhamdulillah, tugas menantang ini sudah
selesai. Damn, gue harus buat perusahaan konsultan beneran nih.
Ilmu, udah ada. Company logo, udah ada. Pengalaman, udah 1 semester.
Mari kita bergabung, rekan-rekan TI! -
Ngelamar jadi Marketing Freelancer
di salah satu radio. Eh, tidak diterima! Mungkin manager Marketing
nya merasa suaranya bakal tersaingi dengan kecemprengan suara saya. -
Ngelamar jadi part timer di
Starbucks BIP. Eh, tidak diterima juga! Yang ini, mungkin
karena..Manager Café nya takut cinlok sama gua. Wakakak.. -
Kembali terpana dengan orang yang
jauh lebih tua. Ini penyakit dari zaman SD. Tapi setelah saya tau
bahwa teman saya juga suka kepada pria itu, kami sepakat untuk
menyerahkan ‘pria’ itu kepada istrinya saja. Ya iyalah.. Mau
tau, siapa dia? Jangan ge er dulu. Kandidat yang saya jagokan pada
Pemilu Ketua Ikatan Alumni ITB 2007. There he goes.. -
Berhasil mengisi hari libur dengan
trip perjalanan wisata. Sudah lama sekali saya ingin ke danau. Dan,
keberangkatan rombongan Qwords.com kemarin cukup memenuhi hasrat
ini. -
Ke Monas. Ini monumental. Kejadian
hari Lebaran itu benar-benar monumental . Ya kan, ki, wung?
Overall, tahun
2007 asik lah. Semoga tahun 2008 lebih asik dan seru. Hidup baru.
Semangat baru. Komputer baru, pengennya. Wisuda, Amin. Kerja baru.
Pacar baru. OOOOOhhhh…
DOUBLE IMPACT : Optimizing Your Potential
November 2, 2007
Nggak jarang, orang gonta-ganti kerjaan. Udah kerja belasan tahun, baru ngerasa ga cocok. Atau, udah kuliah 3 tahun, di tingkat akhir malah mundur. Alasannya : “Nggak cocok, bukan hidup gue”. Sementara umur udah nggak muda-muda banget.
Nah, pada nggak mau kejadian kayagitu terjadi ke kamu kan? Buat yang masih SMU, nentuin pilihan di PTN/Insitut mana yang kamu mau, juga harus based on research. Kamu perlu mengenali, dimana bakat kamu yang paling dominan.
Buat yang mau cari kerja, workshop ini akan memberikan clue,di bidang & posisi apa kamu paling cocok.
Makanya, kamu harus ikut:
Trainer :
1. Andrie Wongso –> Trainer motivasi no.1 di Indonesia
2. Rama Royani –> Talent Mapping Software developer no.1 di dunia
Kapan : Minggu, 11 November 2007 jam 8.30-15.30, Aula Barat ITB
Benefit : Dengan ikut workshop ini kamu bisa,
1. Pilih jurusan paling sesuai potensi, bakat, dan kemampuan! Ga ada ngundurin diri pas kuliah. Ga ada ganti-ganti profesi pas kerja. Oh, come on! We’re not 12 years old people yang wajib nurut kemauan orangtua. Tentuin prioritas hidup kamu dari sekarang!
2. Mengenali 10 kemampuan paling dominan dalam diri kamu.
3. Cari kerja yang pas!
4. Cari cara motivasi diri yang bener!
5. Dan sejuta benefit lainnya yang akan selalu hadir dalam hidup kamu.
HTM Rp 100.000,
Udah termasuk :
+++ Bonus Test Assessment Talent Mapping seharga Rp 75.000 –>Gratis!
+++ Sertifikat
+++ Seminar Kit yang keren
+++ Makan siang yummy yummy!
+++ Dan tentunya, teman baru untuk bisnis, diskusi, gebetan juga bisa
Buruan, daftar
Echi TI’04
+62857 2006 9486
New Site
June 29, 2007
Kawan, saya bermigrasi blog ya. Ke yessipratiwi.blogspot.com
Jangan lupa lihat tulisan saya di asiablogging.com juga… thx thx thx
GALAU
May 13, 2007
Mumet. Banyak hal yang menyita ruang otak, seperti berebutan mau keluar. Kemarin aku dioperasi. Kemarin aku pingsan di toilet RSHS. Kemarin aku ditawarin jadi SPG tapi under UMR. Kemarin aku kecewa dengan ‘teman tidur’ku. Lagi musim UAS. Aku harus apply Kerja Praktek. Aku kangen Mama. Aku naksir Peter Parker. Aku ketemu Another Seven Stars. Aku harus menyelesaikan tugas-tugas yang datang silih berganti tanpa kompromi. Aku harus cari income buat sekolah si adik. Teman-temanku arrange rencana bersenang-senang, tapi bukan itu yang aku butuhkan. Aku diajakin kawin. Aku bingung. Terluka kah aku? Aku menghitung hari. Aku sendiri. Aku… galau…
I don’t understand what I’ve become. I ‘d try to see life as fun and take it as I can…
Sssstt.. Selingkuh Nih Yee!
March 22, 2007
Pernah mencoba selingkuh? Atau pernah selingkuh, tepatnya? Jika saya melihat film-film atau novel-novel sekarang, banyak sekali yang mengangkat tema ini. Ambil saja contoh : ”Jomblo”, “Pesan dari surga”, esensi utamanya malah tentang selingkuh, jauh menjiwai film itu sendiri dibanding judulnya. Atau “Rumor Has It”, “Sex And The City”, dan “The Truth Abot Love”
Dulu, saya masih berpegang pada asumsi : selingkuh itu cuma pelampiasan perasaan saat kita tidak menemukan sesuatu yang kita butuhkan dari seseorang, lantas kita akan berusaha mencari pemenuhan kebutuhan tersebut dari orang lain. Entah kenapa, lantas neuron otak saya lantas menganalogikannya dengan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Saat kebutuhan dasar kita sudah terpenuhi, maka kita akan berusaha untuk mencari pemuasan atas kebutuhan yang lebih tinggi lagi levelnya. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, manusia melakukan berbagai macam cara. Kecenderungan satu orang untuk mencari kepuasan akan berbeda namun juga bisa sama dengan orang lain, tergantung sifat dan nilai-nilai individu yang membangun kepribadian orang tersebut.
Yah, pada dasarnya selingkuh juga merupakan salah satu pemenuhan kebutuhan buat saya, saya menganggapnya manusiawi banget. Tapi tetap saja, frame nya orang selingkuh di mata saya, salah. Bagaimana bisa? Karena ada yang nyungsep, yaitu ketidakjelasan hubungan, dan nihilnya keberanian untuk mengambil keputusan dalam menentukan pilihan, hingga seseorang yang selingkuh lebih memilih untuk mempertahankan hal-hal penuh konstrain dalam kamus selingkuh. Bermesraan ngga boleh ditempat umum takut keliatan, di HP, nama selingkuhan ngga boleh disave dengan “Echi Sayang” malah disave “Echi TI04”. Penuh konstrain bukan?
Lalu apa yang menyebabkan dua orang bisa selingkuh dan berjalan sejalan, saling pengertian, dan tidak lagi mempermasalahkan status selingkuh? Apa yang menyebabkan seorang selingkuhan bisa menerima untuk tidak selalu di nomorsatukan, menahan ego, dan mengorbakan perasaan? Malah menurut saya, disitulah orang tersebut memaknai cinta. Seperti kata-kata klise yang sering saya dengar, cinta adalah saat kamu menyayangi seseorang dengan segenap hati, dan merelakan apa yang kan membuatnya bahagia, termasuk membiarkannya bahagia bersama orang lain.
Hmm.. pada dasarnya, semua orang patut bahagia dan dibahagiakan. Jatuh cinta, berjuta rasanya. Orang yang selingkuh, karena jatuh cinta jugakah? Tergantung niat. Kalo niat baik, jalannya juga pasti baik. Tinggal kitanya saja yang harus memilih, seperti apa kita akan menjalani dan mengungkapkannya kelak, karena perselingkuhan juga ngga selamanya akan jadi perselingkuhan. Semua ada endingnya. Dan percaya nggak? Orang di rumah saya sendiri, buka kartu, ternyata ia menikah dengan selingkuhannya. Yeah, yang berawal dari hati, akan kembali ke hati. Konlusi : selingkuh juga salah satu cara Tuhan mempertemukan kita dengan jodoh kan? Jangan bilang “nggak!”
METAMORFOSA
February 19, 2007
Tujuh gadis polos terpisah ruang dan waktu. Tiga setengah tahun lalu, mereka disebut TSS. The Seven Stars. Yang cantik, yang pinter, yang diincer. Dulu.
Wanita bermata sipit, dulu anti pria. Sekarang menikah muda. ”Jangan salahkan vagina”, katanya.
Yang berhati lembut, masih setia jadi anak pendeta. Yang anak dokter, sibuk cari kerja.
Bunga kelas dulu, masih memilah-milah pria. Mottonya,”Gw ngga mau dapet cowo tai babi”.
Tiga jiwa tersisa.
Satu diantara kami masih belum mengerti dunia. Satu diantara kami, tidak punya keluarga yang bertanya kabar. Satu diantara kami anak Olimpiade Fisika, sekarang terancam DO, tertatih mencari biaya operasional hidup. Satu diantara kami dulu selalu tertawa. Semangat tak pernah padam seorang perawan. Darah yang dulu selalu berontak, sekarang berteman akrab dengan keputusasaan.
Dua diantara kami baru tau Jakarta. Baru merasakan kepekatannya dari dekat, dan turut meliuk mengental dalam derunya. "Jakarta emang freak, njing!", udah biasa ngomong begitu.
Satu yang paling muda menyimpan trauma… Katanya, ia sudah tidak punya airmata, kecuali jika ia menemukan seseorang yang bersedia menangis untuknya…
KULKER TI 2004
February 10, 2007
Tanggal 31 Januari-3 Februari kemarin, TI 2004 mengadakan Kuliah Kerja (Kulker) ke PT Coca Cola Bottling Indonesia, Astra Honda Motor (AHM), Bogasari, dan PT Krakatau Steel. Umumnya, kunjungan diawali dengan seminar terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan plantour (kunjungan pabrik).
Secara garis besar, kita mengupas profile perusahaan, flow proses produksi secara detail, deskripsi produk, trend pasar, supply chains management, demand, kompetitor, hingga konstrain pengambilan keputusan. Teori kuliah yang selama ini dipelajari ternyata semua ada prakteknya.
Sebenarnya, waktu seharian banyak terbuang dengan moving villa-perusahaan-tempat makan. Tapi kalau tidak demikian, nggak asik dong? Iya. Karena saat-saat paling menyenangkan adalah justru saat kita berada dalam bis yang sama, makan bareng, tertawa bareng, ngantuk bareng, lantas tidur bareng dan bangun bareng pula.
Ada dua orang teman yang jadi guide dadakan selama perjalanan. Tidak kehabisan ide, mereka berusaha membuat kita tertawa. Kadang apa yang diomongin crispy juga, lalu kita akan menghujat mereka bersama-sama. Banyak yang sibuk dengan tebak-tebakan sendiri. Ada yang sibuk mengambil foto, ada yang sibuk minta difoto, ada pula yang mencari-cari monito ( Monito = Apa? Hanya anak TI yang tau)
Hari terakhir, kita menginap di Hotel Bukit Biru di Pantai Carita, sekalian refresh. For our private note, saya sempat curi-curi pandang ke beberapa pria yang berenang disana. Hahaaa..ternyata si anu six packs. Cuci mata deh.. Kakakakk. Saya sendiri, bersama 4 orang rekan saya, malah asyik naik Banana Boat dan jatuh di tengah laut sampai batuk.
Buat yang penasaran jepretan kamera dokumentasi Kulker, lebih lengkapnya silahkan kunjungi http://groups.yahoo.com/group/13404/
NIKMATIN IDUP
February 10, 2007
Selasa kemarin, saya
bercakap-cakap dengan seorang teman. Entah kenapa, begitu melihat tampangnya,
lantas saya menganggap dia adalah Tri Bas. Konyolnya, selama percakapan, saya
memanggil dengan nama tersebut, dan dia sama sekali tidak komplain. Kita ketawa-ketawa
saja sampai akhirnya dia bilang,”Ci, kayaknya ada yang perlu diperbaiki deh..”
Tapi belum selesai dia bicara, malah dia bilang, ”Ngga jadi deh Ci..”. Terang
saya jadi penasaran. Banget.
Malamnya, dia SMS saya. ”Ci, ngga jadi deh, sori banget
yang tadi. Sigit.” Dasar saya sedang kelewat tulalit, belum sadar juga kalo
jelas-jelas dia bukan Tri Bas, tapi Sigit. Sekitar jam 11an, saya merenungi
kejadian-kejadian hari itu, bagian dari kerja otak saya sebelum tidur. Baru
kemudian saya sadar kebodohan saya dan langsung minta maaf. Padahal diteropong
dari angle manapun, mana ada irisan antara Sigit dan Tri Bas, selain mereka sama-sama
teman saya.
Tadinya
saya udah beresolusi, sifat pelupa dan blo’on will be so last year for me, hal
yang saya anggap sama terhadap celana palazzo. Ternyata
masiiiiiih aja. Mungkin kalo saya buat album Autobiography seperti Ashlee
Simpson, orang akan terpingkal-pingkal. Selain karena saya bukan selebritis
(ngapain buat album?), orang mungkin akan menertawakan bodohnya diri ini.
Namun
itulah saya. Dengan keadaan saya yang begini, orang-orang menerima
saya. Ikra udah tau, saya suka pura-pura pingsan biar diperhatikan. Siska nggak
keberatan saya gombalin sampai dikira pasangan lesbi sama orang-orang. DisneylandKata Rida, saya membuatnya
lebih bisa bersyukur pada Tuhan. Kata Ridwan, kadang saya membawa miracle buat
dia. Kata Harry, saya seperti anak kecil yang baru masuk Disneyland.
Sawung bilang, saya suka ngelawan dosen. Terserah mereka mau bilang apa. The
most important thing is, we know our self better everyday. Improve diri, dan
senang menjadi diri kita apa adanya.
I
wish everybody love their self, and hopefully people would notice that, sehingga
dengan menghargai diri sendiri, orang lain akan menghargai kita. Dengan begitu, kita nikmatin idup.
HIDUP HIDUP!!
January 19, 2007
Bagaimana bisa saya mencak-mencak dengan keadaan sekarang. Tadi saya habis becermin. Rahang saya mulai terlihat, kerutan garis mata mulai tampak. Umur sudah kepala dua, namun masih kurang pintar bersyukur.
Bukannya sedang diterpa ’A Premature Quarter Life Crisis’, saya hanya ingin lebih merasakan perbedaan itu, dan fisik adalah indikasi termudah mengetahuinya. Rasanya, baru kemarin saya daftar ulang masuk ITB. Baru kemarin Tahun Baru, sekarang sudah tanggal 14. Baru kemarin saya mengenal cinta yang membuat saya merasa cantik apa adanya, baru kemarin saya diteror orang gila, baru kemarin saya tertawa, sekarang bisa menangis lagi.
Jadi merenung sendiri, hidup kita memang ada fasenya. Kadang, tidak usah dipaksa harus begini begitu, it will come to what it should be. Dahulu, saya termasuk orang yang going where the wind blows, walau kadang agak skeptis terhadap beberapa hal. Sudah ada Yang Ngatur. Ada rute yang memang harus kita tempuh. Sekarang harus ketemu siapa, dengan dia akan mengalami apa, lalu akan digantikan oleh siapa, arahnya kemana. ”Ada yang datang dan pergi”, kata Sawung.
Ah, bagaimanapun rute hidup kita berbeda, toh cara kita memandang hidup juga yang membuat kita bisa menerima kenyataan, memilih apa yang patut diyakini, tidak memaksa harus ngoyo ingin belok kesana kesini. Belajar ’nrimo’. Masalah membuat kita kuat. Sendiri membuat tegar. Dan beruntung sekali, Desember kemarin saya baru menyadari, Tuhan menghadirkan orang-orang yang tepat untuk menyadarkan saya bahwa saya tidak sendiri. Dan semua ini ada arahnya.
RESOLUSI DI PENGHUJUNG 2006
December 5, 2006
Bolos kuliah jam 7 pagi, saya malah ongkang-ongkang dikos. Semangat saya sepertinya sedang mereduksi. Di depan komputer, saya idle entah berapa lama. Kutak-katik folder. Ganti desktop background. Scanning gambar nggak penting.
Pandangan saya keluar jendela. Beberapa hari terakhir saya ketinggalan pemandangan matahari terbit yang saya saksikan lewat jendela ini setiap pagi. Kalau berkabut, biasanya lampu-lampu kota Bandung agak redup dan gunung yang ada di ufuk sana tak terlihat batasnya.
Memandangnya, saya teringat diri saya. Batas yang tidak jelas. Bahagiakah saya di tahun 2006 ini? Kalau ada pria yang mengungkapkan cinta ke Anda, lantas Anda bahagia, bukan bahagia yang seperti itu yang saya maksud. Hidup seperti sudah jadi kebiasaan. Bangun, kuliah, capek, kalau kecapean jadi sakit, sakit berobat, berobat pake duit, mau duit harus kerja, dsb dsb. Pattern yang itu-itu saja.
Padahal saya ingin banyak hal. Ingin meninggalkan kebiasaan SKS. Ingin pulang ke Sumatra. Ingin giat bekerja. Ingin menabung dan bawa oleh-oleh buat keluarga. Ingin jadi diri yang sederhana. Ingin ikut kelas balet. Ingin ke laut/danau. Ingin menjadi wanita lembut. Ingin ‘menyayangi’ satu orang saja. Ingin membuka usaha. Ingin menjadi manusia yang baik. Ingin dekat dengan Tuhan. Ingin menikah karena desperate. Ingin tidak punya airmata. Ingin… Ah, banyaknya.
Tidak ingin sakit-sakitan lagi. Tidak ingin ngoyo. Tidak ingin memasang target yang tidak feasible. Tidak ingin melukai. Tidak ingin berbicara tanpa pikir panjang. Tidak ingin menegur adik saya dengan cara yang salah. Tidak ingin membebani terlalu banyak orang. Tidak ingin kecanduan sifat pelupa lagi [lupa bawa HP & dompet, lupa rumus contekan ujian, lupa tanggal, lupa makan sayur, lupa bayar hutang dimana-mana.. hehehe ]
Nah! Makanya saya planning resolusi. Judulnya: 2007. Contentnya: semua hal yang saya ingin/tidak inginkan. Subjeknya: saya, keluarga, mungkin Anda juga ada didalamnya. Bolehlah ge-er sedikit. Saya memang sedang memikirkan Anda untuk beresolusi dengan saya. Hahaha..
(Idle di depan komputer ternyata punya usage juga. Pencerahan. Buktinya, saya bisa buat template seperti ini. Semoga bukan hanya template B-)